Tampilkan postingan dengan label Mimisan Pada Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mimisan Pada Anak. Tampilkan semua postingan

Jangan Anggap Remeh Mimisan loh…

On Sabtu, 06 Agustus 2011 0 komentar

Mungkin tanpa kita sadari di saat sedang tidur hidung kita mengeluarkan darah dan meninggalkan bercak - bercak darah dibantal...atau disaat sedang melakukan aktifitas olahraga...atau di saat setelah membersihkan hidung dengan jemari...cermati dan jangan anggap remeh hal tersebut apalagi bila mimisan itu sering terjadi dalam sehari...Mimisan atau epistaksis memang bukan penyakit tetapi merupakan indikasi adanya suatu gangguan pada tubuh.


Mimisan dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu mimisan ringan dan mimisan berat...
1.Mimisan Ringan..
Mimisan ringan bersumber dari bagian anterior atau dari bagian depan rongga hidung saja. Pasalnya di bagian itulah banyak pembuluh darah bertemu. Pada umumnya ini terjadi pada anak yang sering mengalami pilek dan pembuluh darahnya tipis, kekurangan vitamin C dn kalsium, meghadapi perubahan cuaca, teriritasi gas yang merangsang, atau kemasukan benda - benda asing yang dapat menimbulkan luka dan berbau.
1.Mimisan Berat..
Yang harus lebih diwaspadai kalau sumber berasal dari dalam atau posterior karena bisa jadi merupakan indikasi suatu penyakit serius seperti demam berdarah, tekanan darah tinggi, tumor ganas pada rongga hidung atau nasofaring, kanker darah (leukemia), atau kelainan darah hemofilia (tidak memiliki zat pembeku faktor VIII), penyakit kardiovaskuler, dll.

Pada umumnya kejadian perdarahan posterior lebih sering (setiap 1 - 2 hari) dengan perdarahan lebih banyak sehingga lebih sulit diatasi. Perdarahan posterior kebanyakan terjadi pada para orang dewasa walaupun tidak menutup kemungkinan anak-anak juga bisa mengalaminya, khususnya kalau terjadi infeksi, demam berdarah, atau leukemia. "Kalau darah keluar sampai berhari-hari sebanyak sekitar 1 - 2 lt, harus segera diatasi, jangan sampai terjadi kekurangan darah (anemia) atau yang lebih parah terjadi shock (turunnya tekanan darah secara mendadak yang diikuti pingsan)."
Langkah - langkah penanganan mimisan dibagi berdasarkan penderita...
•- Anak - anak, jangan panik, anak didudukkan dengan tegak, kepala diarahkan ke depan (jangan menunduk), pegang hidung anak dengan tissue atau kain bersih, jangan baringkan anak (karena akan mengakibatkan darah masuk kembali ke dalam kerongkongan bisa menyebabkan muntah), biarkan anak beristirahat.
•- Penderita dengan kelainan tekanan darah, belum berarti ini menandakan gejala stroke, karena perdarahan bukan berasal dari rongga otak. Hanya saja epistaksis karena tekanan darah tinggi pada umumnya hebat, sering kambuh dan tidak terduga terjadinya. Biasanya pada penderita tekanan darah tinggi perdarahan pada hidung berindikasi bahwa tekanannya sedang tinggi atau naik dan tentunya ia harus waspada.
•- Penderita yang terinfeksi penyakit hidung seperti sinus paranasal (rinitis atau sinusitis) bahkan yang lebih parah adalah infeksi karena penyakit lupus, sifilis, dan lepra. Tentu saja yang terparah kalau terjadi suatu keganasan pada rongga hidung atau nasofaring. Pengobatan di sini tidak bisa dengan pembedahan melainkan hanya dengan penyinaran dan kemoterapi.
•- Wanita hamil ada kalanya juga bisa mengalami epistaksis karena gangguan hormonal. Namun, sepanjang hanya pada batas normal, tidak perlu dikhawatirkan. Walau demikian, kalau perdarahan hidung sudah pada taraf serius, memang harus segera diatasi agar tidak mempengaruhi perkembangan sang janin.
Tanda-tanda Mimisan yang gawat darurat dan harus segera ditangani oleh dokter di antaranya bila mimisan disertai dengan kantuk dan kondisi sangat lemah dan mimisan yang terjadi akibat jatuh atau terkena benturan dikepala.

Cara pencegahan mimisan ...
- Usahakan supaya minum air putih lebih banyak dan istirahat yang cukup.
- Pemasangan tampon posterior dengan cara yang lebih rumit karena tampon harus dimasukkan ke dalam hidung.
- Pemberian obat hemostatik (pembeku darah), setelah darah berhasil dihentikan, barulah diteliti lebih lanjut penyebabnya. Pemeriksaan tidak bisa hanya berdasarkan darah yang keluar saja.
Selain menghentikan mimisan dengan cara medis juga dapat dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan menyumbatkan potongan daun sirih kedalam hidung.
Perlu diingat bahwa penyakit yang serius dapat menimpa kita karena kita terkadang suka meremehkan hal - hal yang kecil tanpa kita sadari...
Semoga bermanfaat ya friends....
Read more ...»

Hati - Hati Dengan Mimisan Pada Anak

On 0 komentar

Anak mimisan? Hati-hati,lo, karena mimisan pun bisa merupakan gejala lain yang berat .
Sebetulnya, apa, sih, mimisan itu dan berbahayakah ?

Menurut dr. Kishore R.J., SpA dari RSIA Hermina Podomoro, mimisan atau epitaksis adalah adanya perdarahan pada hidung. Biasanya, kalau tidak ada penyakit lain, mimisan hanya merupakan kelainan pada pembuluh darah di hidung. Dengan demikian, mimisan lebih karena faktor genetik, "Mungkin sejak lahir anak memang sudah sensitif," ujar Kishore. Untuk diketahui, mimisan biasanya terjadi sejak anak berusia 2 tahun. "Tapi yang paling sering, mulai muncul saat anak berusia 4 sampai 5 tahun."

Mimisan karena kelainan bawaan biasanya akan hilang sendiri saat usia anak bertambah besar. Biasanya di usia 10 atau 12 tahun, kebiasaan mimisan tersebut akan menghilang. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya mimisan adalah jika terjadi perubahan suhu. Misalnya, dari udara panas ke udara dingin, pembuluh darah hidung akan melebar, sedangkan pada keadaan pansa, pembuluh darah mengecil. Nah, karena terjadi perubahan suhu secara tiba-tiba, akhirnya pembuluh darah tersebut pecah.

Mimisan semacam ini sering mengejutkan orang tua, misalnya saja anak tiba-tiba mimisan saat berjalan di bawah udara yang panas, atau pulang sekolah saat tidur di AC, bangun-bangun ia mimisan karena dingin. Mimisan juga bisa terjadi saat anak demam. Selain itu, adanya infeksi atau pilek bisa menimbulkan mimisan. "Tapi yang sering dijumpai adalah anak sehat-sehat saja, tiba-tiba mimisan. Hal ini biasanya karena perubahan suhu tadi.

PENYAKIT LAIN

Tapi Bu-Pak, hati-hat, lo, mimisan juga bisa disebabkan karena penyakit-penyakit lain. "Ini yang harus diwaspadi dan diawasi," tegas Kishore. Beberapa penyakit yang disertai mimisan antara lain demam berdarah. Hati-hati jika anak mimisan pertama disertai dengan demam, karena ini bisa merupakan gejala demam berdarah.

Demam berdarah bisa menimbulkan perdarahan dimana saja, salah satunya di hidung," lanjut Kishore. Jadi, lanjutnya, saat anak mimisan orang tua harus memperhatikan betul kejadian, "minimal dievaluasi, apa betul hanya karena perubahan cuaca atau karena ada penyakit lain. Sebab, bisa jadi, penyakitnya adalah penyakit berbahaya." Tentu saja, untuk mendiagnosanya Anda harus membawa si kecil ke dokter.

Perlu diperhatikan, jika mimisan sering berulang pada anak Anda dan disertai demam. "Bila sering terjadi, mungkin enggak apa-apa, tapi mungkin juga ada sesuatu. Kadang-kadang yang membuat orang tua sering kecolongan mengganggap hal itu sepele karena sudah biasa terjadi pada anaknya. 'Ah, biasa, kalau panas ia pasti mimisan, kok.' Tapi pada keadaan tertentu, bisa saja ternyata itu merupakan gejala penyakit lain. Biasanya, mimisan, karena penyakit tertentu tidak berhenti-henti."Bila mimisan akibat faktor genetik, biasanya akan cepat berhenti. Nah, bila mimisannya tidak berhenti-henti sebaiknya curiga," lanjut Kishore.

BISA KARENA LEUKEMIA

Yang jelas orang tua tak perlu panik saat menghadapi anak mimisan. Terlebih lagi, lamanya anak mimisan sangat bervariasi dan tidak bisa disamakan pada masing-masing anak. "Tapi biasanya, mimisan karena faktor genetik tidak berlangsung lama. Begitu perdarahan, ditampung sebentar, langsung berhenti. Bahkan tanpa ditampung, sebentar pun, kadang berhenti sendiri."

Lain halnya pada mimisan akibat adanya penyakit tertentu. Biasanya mimisan akan berulang terus. Dalam sehari bisa terjadi beberapa kali mimisan. "Tapi kalau setiap kali anak demam selalu mimisan, misalnya, karena perubahan suhu, mungkin saja tidak terlalu berbahaya."Yang jelas, toleransi waktu kaoan anak mimisan karena demam berdarah sangat relatif. "Tergantung jumlah trombositnya dan hal ini tidak bisa diprediksikan. Ada anak yang baru lima hari kemudian mimisan, tapi ada anak yang satu hari demam sudah mimisan,"terang Kishore.


Kemungkinan berikutnya mimisan karena leukemia atau anemia aplastik. "Ini akibat adanya gangguan pembekuan darah," lanjut Kishore. Memang, aku Kishore, agak susah membedakan antara mana yang mimisan karena faktor genetik dan mana mimisan karena penyakit tertentu tadi. "Yang jelas, jika anak mengalami mimisan pertama, sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter. Jika mimisan terjadi tanpa disertai demam dan sering berulang tanpa ada gangguan lain, maka biasanya ini karena faktor genetik," kata Kishore.

Tapi orang tua perlu waspada bila anak memang sering berdarah, tidak saja dihidung tetapi juga dibagian-bagian tubuh lain. Hal itu berarti ada kelainan darah pada diri si anak. Misalnya, kaki atau tangannya terbentur biru setelah terbentur. Mungkin ini merupakan indikasi adanya kelainan pembekuan darah. "Hal ini bisa terjadi karena kelainan pembekuannya sendiri, yaitu karena anemia aplastik, maupun leukemia. Ini yang memerlukan pengobatan tersendiri."

PEMBULUH DARAH DIBAKAR

Dengan beragam penyebab tadi, penanganan mimisan menjadi sangat tergantung pada penyakit dasarnya. "Kalau mimisannya karena faktor bawaan, ya, tidak bisa diobati." Biasanya mimisan karena kelainan bawaan bukan sesuatu yang berbahaya. Memang, aku, Kishore, setiap perdarahan pasti berbahaya. "Tapi kalau perdarahannya cuma sedikit, tidak terlalu berbahaya, kok," terang Kishore.

Yang jelas, mimisan akan menjadi berat jika perdarahannya terjadi terlalu sering. "Karena kadar hemoglobin akan menjadi rendah, sehingga anak menjadi anemia. Jadi, kalau kita bisa mencegah terjadinya perdarahan tentu tidak akan terjadi anemia," lanjutnya. Pada mimisan karena kelainan bawaan, kadang-kadang dokter juga menganjurkan agar pembuluh darah dibakar, meski tidak menjamin 100 persen kesembuhan. "Biasanya, sih, serangannya akan berkurang. Juga tidak menimbulkan efek yang berbahaya.

Hal tersebut bisa dilakukan jika memang perdarahannya menggangu sekali. Jadi pembuluh darahnya ditutup." Alternatif penanganan lain adalah dengan ditampon. Caranya dengan memasukkan kapas ke lubang hidung. Dulu orang tua sering menggunakan daun sirih untuk mengatasi perdarahan. "Prinsipnya sama, hanya untuk menekan perdarahan. Bila ini tidak menolong, dolter biasanya memberikan tampon yang diberikan obat supaya pembuluh darahnya mengecil dan menutup." Tapi, cara ini tidak banyak membantu jika mimisan terjadi akibat adanya penyakit tertentu. "Ya, penyakit dasarnya yang harus segera diobati," tegas Kishore.

MASUK KE SALURAN PERNAFASAN

Nah, langkah apa yang bisa dilakukan orang tua mencegah terjadinya mimisan pada anak ? Pencegahan mimisan yang sering berulang karena faktor bawaan adalah mengusahakan supaya tidak terjadi perubahan suhu mendadak. Misalnya, anak pulang sekolah panas-panasan, kemudian dijemput mobil ber-AC. Sesampainya di rumah main panas-panasan lagi, setelah itu masuk lagi ke ruang ber-AC.

Selain itu, yang juga harus diperhatikan adalah jangan sampai darah mimisan tersedot ke saluran pernafasan. "Kalau tersedot dan tertelan ke saluran pencernaan, sih, tidak berbahaya. Paling keluar dalam bentuk faces (buang air besar) berwarna hitam," ujar Kishore. "Karena asam lambung, maka darah yang tertelan akan berwarna hitam kala keluar." Yang berbahaya justru kalau darah tersedak ke saluran nafas. Sebab bisa menutup saluran nafas. "Tapi kejadian seperti ini memang jarang terjadi, kecuali anak dalam posisi tidur."

Dalam posisi duduk atau berdiri, darah yang keluar akan turun ke bawah. "Dalam posisi tidur pun kadang-kadang akan turun ke bawah, bukan ke tenggorokan," lanjut Kishore. Dalam keadaan sadar, kalau ada benda asing masuk ke tenggorokan, akan otomatis dikeluarkan atau ditelan ke saluran pencernaan, tidak akan masuk ke saluran nafas. "Yang berbahaya adalah jika anak dalam keadaan tidur terlentang terjadi perdarahan besar. Kemungkinan bisa menutup saluran nafas." Nah, Bu-Pak, mengingat akibatnya yang tidak kecil, sebaiknya memang tidak pernah menganggap sepele hal tersebut. Kasihan, kan, buah hati Anda pun, pasti tak nyaman mengalaminya.

YANG PERLU DIPERHATIKAN

*Hentikan perdarahan
Caranya dengan memasukkan tampon atau daun dirih ke lubang hidung. Prinsipnya, demi menghentikan perdarahan. Segera konsultasikan ke dokter bila perdarahan tetap berlangsung setelah mendapat pertolongan tersebut. *Perhatikan keadaan anak
Jika anak demam diikuti mimisan pertama, sebaiknya cepat berkonsultasi ke dokter. Sebab, keadaan ini dikhawatirkan sebagai indikasi penyakit lain yang lebih berat. *Jaga, jangan sampai terjadi perubahan cuaca yang mendadak. Karena cuaca berpengaruh sekali terhadap kemungkinan berulangnya mimisan.
Read more ...»