Tampilkan postingan dengan label Gejala HIV AIDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gejala HIV AIDS. Tampilkan semua postingan

Kenali Gejala HIV

On Jumat, 20 Mei 2016 0 komentar


Setelah satu atau dua bulan virus HIV memasuki tubuh, 40-90 persen orang yang terinfeksi mengalami gejala yang mirip dengan gejala flu yang disebut acute retroviral syndrom (ARS). Meski begitu, gejala terinfeksi HIV bisa tak terdeteksi sampai bertahun-tahun kemudian.
"Pada tahap awal infeksi HIV biasanya justru tidak ada gejala. Oleh karena itu, jika kita masuk dalam kelompok berisiko, maka lebih baik memeriksakan diri," kata Michael Horberg, Direktur HIV/AIDS Kaiser Permanente di Oakland, California.
Berikut adalah gejala-gejala yang sering dialami oleh orang yang positif terinfeksi HIV.

Demam
Salah satu gejala ARS adalah demam ringan dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat celsius. Gejala demam ini sering diikuti dengan gejala ringan lainnya, seperti kelelahan, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
"Pada fase ini virus berpindah ke peredaran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, terjadi reaksi inflamasi oleh sistem imun tubuh," kata Carlos Malvestutto, instruktur penyakit infeksi dan imunologi dari New York School of Medicine.

Kelelahan
Respons inflamasi dalam tubuh juga bisa menyebabkan perasaan lelah dan kehabisan energi. Gejala ini bisa timbul pada awal atau beberapa tahun kemudian.

Nyeri otot
Gejala ARS juga sering didiagnosis sebagai infeksi virus, influenza, mononucleosis, bahkan hepatitis dan sifilis. Hal ini tidak mengherankan karena banyak gejala yang mirip, termasuk nyeri pada otot dan persendian.
Pembengkakan kelenjar getah bening juga lazim terjadi karena kelenjar ini merupakan bagian dari sistem imun yang akan mengalami peradangan jika terjadi infeksi. Kelenjar getah bening banyak terdapat di ketiak, paha, juga leher.

Ruam kulit
Ruam pada kulit berupa bercak kemerahan bisa timbul pada awal atau tahap akhir terjadinya HIV/AIDS. Bila munculnya ruam ini tidak bisa dijelaskan dan Anda termasuk orang yang berisiko tinggi tertular HIV, segera lakukan tes.

Mual, muntah, dan diare
Menurut dr Malvestutto, 30-60 persen orang mengalami gejala singkat mual, muntah atau diare pada awal terjadinya infeksi HIV. Namun, gejala-gejala ini juga bisa muncul akibat terapi antiretroviral dan infeksi tahap lanjut.

Berat badan turun
Penurunan berat badan (BB) merupakan tanda perburukan penyakit dan juga karena diare berat. "Jika penurunan BB sudah terjadi, berarti sistem imun sudah kehabisan tenaga. Namun, berkat terapi antiretroviral, gejala ini sudah jarang," kata Malvestutto.
Seseorang yang mengalami sindrom AIDS wasting biasanya kehilangan 10 persen atau lebih dari berat badan mereka, serta menderita diare atau kelelahan dan demam lebih dari 30 hari.

Batuk kering
Beberapa orang yang positif HIV juga mengalami batuk kering yang berlangsung berminggu-minggu dan terus memburuk.

Radang paru
Batuk dan badan yang mengurus mungkin juga akibat infeksi serius yang disebabkan oleh kuman. Bila sistem imun kita dalam kondisi baik, maka kuman ini tak menyebabkan masalah.
"Ada banyak infeksi oportunis yang berbeda-beda pada orang dengan HIV. Salah satunya pneumonia AIDS, toksoplasma, herpes, dan juga infeksi jamur," katanya.

Berkeringat pada malam hari
Sebagian besar orang di awal tahap infeksi HIV berkeringat pada malam hari, yang tidak terkait dengan suhu ruangan. Gejala ini memburuk pada tahap lanjut dari infeksi.

Perubahan pada kuku
Pasien dengan sistem kekebalan terganggu, seperti AIDS, lebih rentan terkena infeksi jamur. Infeksi ini juga menyebabkan perubahan pada kuku, seperti mudah patah, rapuh, dan juga perubahan pada warna.

Infeksi jamur
Infeksi jamur yang sering dialami di tahap infeksi HIV lanjut adalah semacam sariawan di mulut yang disebabkan oleh jamur candida. Pasien yang mengalami sariawan parah ini kesulitan untuk menelan dan sulit disembuhkan.

Kebas dan rasa kesemutan
Infeksi HIV pada tahap lanjut bisa menyebabkan rasa kebas dan sensasi geli pada tangan dan kaki. Gejala ini disebut juga peripheral neuropathy, yang juga muncul pada pasien diabetes yang tidak terkontrol. Gejala ini timbul karena saraf sudah rusak.

Haid tak teratur
Infeksi HIV juga bisa menyebabkan siklus menstruasi terganggu, seperti haid lebih sedikit atau tidak teratur. Gangguan ini lebih disebabkan penurunan berat badan daripada infeksi HIV itu sendiri.


Read more ...»

AIDS Dapat Menjangkiti Semua Orang

On Sabtu, 03 Maret 2012 0 komentar

Penyakit Akibat Virus yang Menakutkan
Sindrom penurunan daya tahan tubuh yang lazim disebut AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh jenis virus yang sangat reaktif, yaitu: HIV (human immunodeficiency virus). Dengan demikian bila virus HIV ini menyerang tubuh penderita, akan menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh dan tubuh penderita tersebut sangat rentan terhadap infeksi virus atau bakteri lain, yang telah berada didalam tubuh sebelumnya maupun yang akan menjangkiti tubuh dikemudian hari.
Virus HIV ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan ini dapat melibatkan dubur, vagina atau oral seks, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, transmisi dari ibu ke bayi selama kehamilan, melahirkan, atau menyusui, bahkan berasal dari paparan lainnya yang menkontaminasi salah satu dari cairan tubuh di atas. (
Gambar 1: Virus HIV terlihat dengan menggunakan mikroskop electron)
Dewasa ini penyakit AIDS telah menjadi pandemik, yaitu telah menyebar keseluruh dunia dengan tingkat penyebaran yang telah sangat mencemaskan. Pada tahun 2010, menurut data dari WHO, diperkirakan penyakit ini telah diderita lebih dari 33,3 juta penduduk dunia, bahkan UNAIDS melaporkan 60 juta penduduk dunia telah terinfeksi virus ini. Kemudian berdasarkan data statistik badan kesehatan dunia tersebut diketahui dalam setiap tahunnya terjadi pertambahan infeksi (HIV/AIDS) sebagai pasien baru diatas 2,6 juta serta 1,8 juta diantaranya mengalami kematian setiap tahunnya. Sampai dengan tahun 2009 , UNAIDS melaporkan di seluruh dunia telah terjadi 25 juta kematian, dan 14 juta diantaranya adalah anak-anak.
Sejarah Penyakit AIDS

Penelitian genetik menunjukkan bahwa AIDS berasal dari Afrika barat-tengah. AIDS pertama kali ditemukan dan diumumkan oleh Centers for Disease Control and Prevention, America pada tahun 1981 dan diketahui penyakit ini disebabkan oleh HIV. Walaupun pengobatan untuk AIDS dan HIV dapat memperlambat perjalanan penyakit, sampai dengan sekarang ini belum ada obat yang efektif dan digunakan sebagai vaksin AIDS. Dewasa ini digunakan antiretroviral untuk mengurangi tingkat mortalitas dan morbiditas infeksi HIV, tetapi obat ini mahal dan akses terhadap pengobatan antiretroviral tidak tersedia di semua Negara. Karena kesulitan dalam mengobati infeksi HIV, maka tindakan pencegahan infeksi merupakan tujuan kunci dalam mengendalikan pandemi AIDS penyakit virus yang mematikan ini. (Gambar 2: Penampakan tubuh pasien penderita AIDS).
Pencegahan Penyakit AIDS
Karena penyakit ini menjadi pandemik dan telah menyebar keseluruh dunia, dan bisa menjangkiti seluruh lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat umum, anak, orang dewasa, bahkan perawat dan para dokter dan dokter gigi. Apalagi belum ditemukannya vaksin anti virus HIV yang efektif. Sehingga pencegahan merupakan faktor yang sangat penting.
Tiga jalur penyebaran utama virus HIV adalah; kontak seksual, paparan cairan tubuh atau jaringan yang terinfeksi, dan dari ibu ke janin atau anak selama periode kehamilan dan menyusui. Hal ini didasarkan dengan ditemukannya virus HIV pada air liur, air mata, dan urin orang yang terinfeksi.
Secara seksual merupakan mayoritas penyebaran infeksi virus HIV melalui kontak langsung pada saat berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom antara mitra, yang salah satunya mengidap virus HIV. Dengan demikian penggunaan Kondom pria atu wanita merupakan salah satu tindakan pencegahan dari penularan penyakit ini. Dan tentunya yang terbaik adalah setiap pasangan hidup seharusnya setia terhadap pasangan hidupnya, dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
Selain kondom, penelitian pada tahun 2010, menemukan bahwa gel vagina anti-mikroba dapat mengurangi tingkat infeksi pada wanita sebesar 50% setelah satu tahun penggunaan, dan sebesar 39% setelah dua setengah tahun. Hasil studi yang dilakukan oleh Pusat untuk Penelitian Program Aids di Afrika Selatan (CAPRISA), diterbitkan di majalah Science pada bulan Juli 2010, dan kemudian dipresentasikan pada konferensi bantuan internasional.
Untuk mencegah penularan virus HIV dari Ibu yang menderita ke bayi atau anaknya, direkomendasikan kepada ibu tersebut untuk tidak menyusui bayinya dan diganti dengan susu atau makanan pengganti lainnya.
Demikian pula untuk tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, baik ditempat pelayanan kesehatan, maupun bagi orang-orang yang menggunakan narkoba dalam hidupnya.
Selain itu pelayan kesehatan, yaitu; dokter, dokter gigi, perawat dapat saja tertular penyakit ini selama melayani pasiennya. Sehingga direkomendasikan terhadap seluruh pelayan kesehatan untuk memperhatikan kondisi ini, untuk mencegah dirinyai penyebaran penyakit tersebut, dengan memperhatikan sterilitas dan preventif terhadap penyebaran penyakit ini. Dan terakhir yang juga penting adalah pendidikan terhadap masyarakat luar atas pentingnya pencegahan penyakit ini terhadap penularannya.
Gejala Penyakit AIDS
Gejala-gejala penyakit AIDS terutama ditunjukkan pada kondisi yang berkembang pada individu dengan gambaran penurunan sistem kekebalan tubuh. Kebanyakan kondisi ini akan digambrakan setelah penderita tersebut terinfeksi oleh bakteri, virus, jamur dan parasit dengan mudah yang diakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh yang dirusak oleh virus HIV.

Gejalan selanjutnya adalah infeksi sekunder pada orang dengan AIDS. Infeksi ini mempengaruhi hampir semua sistem organ. Orang dengan AIDS juga memiliki peningkatan risiko yang lebih besar terhadap berbagai kanker seperti sarkoma kaposi, kanker serviks dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma. (Gambar 3: Gejala keganasan pada kulit penderita AIDS)
Selain itu, penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik seperti demam, keringat yang berlebihan terutama pada malam hari, pembengkakan kelenjar getah bening, menggigil, kelemahan tubuh, dan penurunan berat badan. Dan biasanya karena kelemahan daya tahan tubuh tersebut, penderita AIDS meninggal karena kegagalan organ-organ vital akibat infeksi sekunder pada organ paru-paru, hati, Otak, dan ginjal.

Tantangan Dan Harapan Pengobatan Penyakit AIDS.

1.  TricaJus Herbal Ajaib Terbukti Mampu Mendeteksi & Membongkar SEgala Penyakit Dlm Waktu Beberapa Menit Saja, Serta Mampu Menyembuhkan Penyakit Menahun & Ketergantungan dari Obat Medis :HIV (Bukan Rekayasa, Kunjungi Website), Stroke, Asam Urat, Diabetes, Hipertensi, Impoten, Serta Meningkatkan Libido… Siapapun yang Telah mencoba Pasti Membuktikan Khasiatnya… Rasakan Khasiatnya Dalam Sebulan… website : www.tricajusherbal.com cari distributor di daerah anda klik www.distributortricajus.com 

2. Dewasa ini pengobatan terhadap AIDS masih menggunakan antivirus yang lazim disebut Abacavir. Anti virus ini menghambat transkirpsi atau replikasi protein virus HIV. Sehingga diharapkan dapat menghambat pertumbuhan virus HIV didalam tubuh penderita. Dengan obat ini orang yang terinfeksi HIV dan mengkonsumsi obat tersebut, akan mengalami peningkatan daya tahan tubuhnya. Sehingga dapat meningkatkan harapan hidup penderita AIDS.
Namun dilain sisi, antivirus Abacavir, mempunyai efek samping berupa lipodistrofi, dislipidemia, diare, resistensi insulin, peningkatan risiko kardiovaskular dan cacat lahir.
Sehingga untuk memperkuat kerja antivirus diatas, sebaiknya ditambahkan dengan suplemen dan komplementer medicine. Dewasa ini telah ditemukan cukup bukti hasil penelitian yang dapat mendukung penggunaan obat-obatan herbal, suplemen vitamin dan mineral pada orang yang terinfeksi HIV dan penderita AIDS.

Selain itu para peneliti dan ahli kesehatan, sedang berjuang keras untuk menemukan Vaksin monoclonal anti virus, yang dapat secara efektif mencegah dan sekaligus mengobati penyakit AIDS. Menurut laporan New England Journal of Medicine 2011, dan berdasarkan uji coba pra klinis telah ditemukan antivirus yang berfokus pada antibody monoclonal tersebut.
Diharapkan penelitian ini akan berhasil, sehingga zat tersebut akan memberikan proteksi yang komprehensif terhadap daya tahan tubuh penderita, yang pada akhirnya dapat membunuh virus HIV didalam tubuh. Sehingga kematian jutaan umat manusia diseluruh dunia akibat virus HIV dapat dicegah. (Gambar 4: Mekanisme kerja Vaksin anti virus HIV, sumber NEJM).
 sumber:kabarisehat.com

Untuk share artikel ini, Klik share di bawah
Read more ...»

Gejala HIV AIDS

On Jumat, 06 Januari 2012 0 komentar

Gejala HIV AIDS

Apa saja Gejala HIV AIDS? Awal mula gejala seseorang terinfeksi HIV sulit untuk diprediksi. Dalam Tahapan HIV menjadi AIDS, Gejala-gejala yang timbul dibedakan menjadi dua yaitu Gejala Minor dan Gejala Mayor. Berikut ini penjelasannya:

Gejala Mayor
  • Mengalami penurunan berat badan lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan
  • Mengalami diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan.
  • Mengalami demam berkepanjangan dengan interval lebih dari 1 bulan.
  • Mengalami gangguan sistem syaraf (nerologis) sehingga terjadi penurunan kesadaran.
  • Mengalami penurunan dalam berpikir dengan baik yang mengakibatkan tidak dapat beraktivitas dengan baik (Demensia/ HIV ensefalopati).


Gejala Minor:
  • Mengalami batuk menetap lebih dari 1 bulan.
  • Mengalami peradangan hebat pada seluruh permukaan kulit dan menyebabkan kemerahan dan pembentukan sisik yang berat (Dermatitis Generalisata). Umumnya mengalami demam akan tetapi merasa kedinginan karena banyak panas yang hilang melalui kulit yang rusak.
  • Mengalami cacar ular dengan ciri-ciri bintil-bintil kecil berwarna merah, berisi cairan, dan menggembung pada kulit (Herpes Zoster) dan Kandidias orofaringeal.
  • Mengalami infeksi organisme yang diakibatkan penurunan sistem imun.
  • Mengalami sejenis penyakit yang menjangkiti mulut, kulit, dan alat kelamin (Herpes Simplex), penyakit ini menyebabkan kulit melepuh dan terasa sakit pada otot di sekitar daerah yang terjangkit.
  • Mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening (Limfadenopati Generalisata).
  • Mengalami infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita.
  • Mengalami Retinitis Virus Sitomegalo. Virus tersebut termasuk virus sitomegalo (CMV), yang dapat menyebabkan retinitis CMV yang mengancam penglihatan.
Read more ...»