Tampilkan postingan dengan label SEX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEX. Tampilkan semua postingan

AIDS Dapat Menjangkiti Semua Orang

On Sabtu, 03 Maret 2012 0 komentar

Penyakit Akibat Virus yang Menakutkan
Sindrom penurunan daya tahan tubuh yang lazim disebut AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh jenis virus yang sangat reaktif, yaitu: HIV (human immunodeficiency virus). Dengan demikian bila virus HIV ini menyerang tubuh penderita, akan menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh dan tubuh penderita tersebut sangat rentan terhadap infeksi virus atau bakteri lain, yang telah berada didalam tubuh sebelumnya maupun yang akan menjangkiti tubuh dikemudian hari.
Virus HIV ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan ini dapat melibatkan dubur, vagina atau oral seks, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, transmisi dari ibu ke bayi selama kehamilan, melahirkan, atau menyusui, bahkan berasal dari paparan lainnya yang menkontaminasi salah satu dari cairan tubuh di atas. (
Gambar 1: Virus HIV terlihat dengan menggunakan mikroskop electron)
Dewasa ini penyakit AIDS telah menjadi pandemik, yaitu telah menyebar keseluruh dunia dengan tingkat penyebaran yang telah sangat mencemaskan. Pada tahun 2010, menurut data dari WHO, diperkirakan penyakit ini telah diderita lebih dari 33,3 juta penduduk dunia, bahkan UNAIDS melaporkan 60 juta penduduk dunia telah terinfeksi virus ini. Kemudian berdasarkan data statistik badan kesehatan dunia tersebut diketahui dalam setiap tahunnya terjadi pertambahan infeksi (HIV/AIDS) sebagai pasien baru diatas 2,6 juta serta 1,8 juta diantaranya mengalami kematian setiap tahunnya. Sampai dengan tahun 2009 , UNAIDS melaporkan di seluruh dunia telah terjadi 25 juta kematian, dan 14 juta diantaranya adalah anak-anak.
Sejarah Penyakit AIDS

Penelitian genetik menunjukkan bahwa AIDS berasal dari Afrika barat-tengah. AIDS pertama kali ditemukan dan diumumkan oleh Centers for Disease Control and Prevention, America pada tahun 1981 dan diketahui penyakit ini disebabkan oleh HIV. Walaupun pengobatan untuk AIDS dan HIV dapat memperlambat perjalanan penyakit, sampai dengan sekarang ini belum ada obat yang efektif dan digunakan sebagai vaksin AIDS. Dewasa ini digunakan antiretroviral untuk mengurangi tingkat mortalitas dan morbiditas infeksi HIV, tetapi obat ini mahal dan akses terhadap pengobatan antiretroviral tidak tersedia di semua Negara. Karena kesulitan dalam mengobati infeksi HIV, maka tindakan pencegahan infeksi merupakan tujuan kunci dalam mengendalikan pandemi AIDS penyakit virus yang mematikan ini. (Gambar 2: Penampakan tubuh pasien penderita AIDS).
Pencegahan Penyakit AIDS
Karena penyakit ini menjadi pandemik dan telah menyebar keseluruh dunia, dan bisa menjangkiti seluruh lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat umum, anak, orang dewasa, bahkan perawat dan para dokter dan dokter gigi. Apalagi belum ditemukannya vaksin anti virus HIV yang efektif. Sehingga pencegahan merupakan faktor yang sangat penting.
Tiga jalur penyebaran utama virus HIV adalah; kontak seksual, paparan cairan tubuh atau jaringan yang terinfeksi, dan dari ibu ke janin atau anak selama periode kehamilan dan menyusui. Hal ini didasarkan dengan ditemukannya virus HIV pada air liur, air mata, dan urin orang yang terinfeksi.
Secara seksual merupakan mayoritas penyebaran infeksi virus HIV melalui kontak langsung pada saat berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom antara mitra, yang salah satunya mengidap virus HIV. Dengan demikian penggunaan Kondom pria atu wanita merupakan salah satu tindakan pencegahan dari penularan penyakit ini. Dan tentunya yang terbaik adalah setiap pasangan hidup seharusnya setia terhadap pasangan hidupnya, dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual.
Selain kondom, penelitian pada tahun 2010, menemukan bahwa gel vagina anti-mikroba dapat mengurangi tingkat infeksi pada wanita sebesar 50% setelah satu tahun penggunaan, dan sebesar 39% setelah dua setengah tahun. Hasil studi yang dilakukan oleh Pusat untuk Penelitian Program Aids di Afrika Selatan (CAPRISA), diterbitkan di majalah Science pada bulan Juli 2010, dan kemudian dipresentasikan pada konferensi bantuan internasional.
Untuk mencegah penularan virus HIV dari Ibu yang menderita ke bayi atau anaknya, direkomendasikan kepada ibu tersebut untuk tidak menyusui bayinya dan diganti dengan susu atau makanan pengganti lainnya.
Demikian pula untuk tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, baik ditempat pelayanan kesehatan, maupun bagi orang-orang yang menggunakan narkoba dalam hidupnya.
Selain itu pelayan kesehatan, yaitu; dokter, dokter gigi, perawat dapat saja tertular penyakit ini selama melayani pasiennya. Sehingga direkomendasikan terhadap seluruh pelayan kesehatan untuk memperhatikan kondisi ini, untuk mencegah dirinyai penyebaran penyakit tersebut, dengan memperhatikan sterilitas dan preventif terhadap penyebaran penyakit ini. Dan terakhir yang juga penting adalah pendidikan terhadap masyarakat luar atas pentingnya pencegahan penyakit ini terhadap penularannya.
Gejala Penyakit AIDS
Gejala-gejala penyakit AIDS terutama ditunjukkan pada kondisi yang berkembang pada individu dengan gambaran penurunan sistem kekebalan tubuh. Kebanyakan kondisi ini akan digambrakan setelah penderita tersebut terinfeksi oleh bakteri, virus, jamur dan parasit dengan mudah yang diakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh yang dirusak oleh virus HIV.

Gejalan selanjutnya adalah infeksi sekunder pada orang dengan AIDS. Infeksi ini mempengaruhi hampir semua sistem organ. Orang dengan AIDS juga memiliki peningkatan risiko yang lebih besar terhadap berbagai kanker seperti sarkoma kaposi, kanker serviks dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma. (Gambar 3: Gejala keganasan pada kulit penderita AIDS)
Selain itu, penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik seperti demam, keringat yang berlebihan terutama pada malam hari, pembengkakan kelenjar getah bening, menggigil, kelemahan tubuh, dan penurunan berat badan. Dan biasanya karena kelemahan daya tahan tubuh tersebut, penderita AIDS meninggal karena kegagalan organ-organ vital akibat infeksi sekunder pada organ paru-paru, hati, Otak, dan ginjal.

Tantangan Dan Harapan Pengobatan Penyakit AIDS.

1.  TricaJus Herbal Ajaib Terbukti Mampu Mendeteksi & Membongkar SEgala Penyakit Dlm Waktu Beberapa Menit Saja, Serta Mampu Menyembuhkan Penyakit Menahun & Ketergantungan dari Obat Medis :HIV (Bukan Rekayasa, Kunjungi Website), Stroke, Asam Urat, Diabetes, Hipertensi, Impoten, Serta Meningkatkan Libido… Siapapun yang Telah mencoba Pasti Membuktikan Khasiatnya… Rasakan Khasiatnya Dalam Sebulan… website : www.tricajusherbal.com cari distributor di daerah anda klik www.distributortricajus.com 

2. Dewasa ini pengobatan terhadap AIDS masih menggunakan antivirus yang lazim disebut Abacavir. Anti virus ini menghambat transkirpsi atau replikasi protein virus HIV. Sehingga diharapkan dapat menghambat pertumbuhan virus HIV didalam tubuh penderita. Dengan obat ini orang yang terinfeksi HIV dan mengkonsumsi obat tersebut, akan mengalami peningkatan daya tahan tubuhnya. Sehingga dapat meningkatkan harapan hidup penderita AIDS.
Namun dilain sisi, antivirus Abacavir, mempunyai efek samping berupa lipodistrofi, dislipidemia, diare, resistensi insulin, peningkatan risiko kardiovaskular dan cacat lahir.
Sehingga untuk memperkuat kerja antivirus diatas, sebaiknya ditambahkan dengan suplemen dan komplementer medicine. Dewasa ini telah ditemukan cukup bukti hasil penelitian yang dapat mendukung penggunaan obat-obatan herbal, suplemen vitamin dan mineral pada orang yang terinfeksi HIV dan penderita AIDS.

Selain itu para peneliti dan ahli kesehatan, sedang berjuang keras untuk menemukan Vaksin monoclonal anti virus, yang dapat secara efektif mencegah dan sekaligus mengobati penyakit AIDS. Menurut laporan New England Journal of Medicine 2011, dan berdasarkan uji coba pra klinis telah ditemukan antivirus yang berfokus pada antibody monoclonal tersebut.
Diharapkan penelitian ini akan berhasil, sehingga zat tersebut akan memberikan proteksi yang komprehensif terhadap daya tahan tubuh penderita, yang pada akhirnya dapat membunuh virus HIV didalam tubuh. Sehingga kematian jutaan umat manusia diseluruh dunia akibat virus HIV dapat dicegah. (Gambar 4: Mekanisme kerja Vaksin anti virus HIV, sumber NEJM).
 sumber:kabarisehat.com

Untuk share artikel ini, Klik share di bawah
Read more ...»

Gonore Makin Sulit Diobati

On Jumat, 14 Oktober 2011 0 komentar

Gonore merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Bilamana tidak diobati, infeksi akut ini bisa menjadi kronis dan menjalar ke organ tubuh lain. Sayangnya, antibiotika kini makin tidak mempan untuk melawan bakteri Neisseria gonnorrhoeae penyebab gonore.


Para dokter di Inggris menyatakan antibiotika yang bianya dipakai untuk mengobati gonore atau kencing nanah ini tidak lagi efektif karena bakteri Neisseria ini kini semakin kebal. Para ahli bahkan menyebut kini sudah sampai pada titik penyakit ini tidak bisa diobati, paling tidak sampai obat baru ditemukan.

Padahal, bila tidak diobati gonore pada pria dapat mengarah pada terjadinya epididimitis. Sedang pada perempuan, penyakit ini dapat menjalar ke rahim dan saluran indung telur, yang mengakibatkan radang panggul. Penyakit radang panggul sendiri bisa menyebabkan kemandulan.

Untuk saat ini para ahli kesehatan menyarankan agar dokter berhenti menggunakan terapi konvensional yakni dengan antibiotik cefixime dan menggantinya dengan dua antibiotik yang lebih kuat, satu dengan pil dan satunya lewat suntikan. Tindakan ini dilakukan karena meningkatnya resistensi bakteri.
Dalam penelitian di laboratorium terungkap, bakteri Neisseria gonorrhoeae, memiliki kemampuan tak biasa untuk beradaptasi dan menjadi kebal pada beberapa jenis antibiotik, antara lain penisilin, tetrasilin, ciprofloxacin dan kini cefixime.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan agar pengobatan antibiotik lini pertama diganti jika kesembuhan pasien tidak mencapai 5 persen.
Prof.Cathy Ison, pakar gonorea dari Inggris mengatakan, hasil penelitian di lab menunjukkan penurunan dramatis dari sensitivitas obat yang sering dipakai untuk mengobati gonore.
"Kami sangat khawatir dengan hasil ini karena itu perlu dibuat rekomendasi panduan baru dalam pengobatan gonore untuk penggunaan obat baru yang lebih efektif," katanya.

Kendati begitu, ia menambahkan bahwa tindakan itu mungkin tidak menyelesaikan masalah. "Sejarah menunjukkan resistensi pada obat ini akan terjadi juga. Karena tidak ada terapi alternatif yang ada, kita menghadapi situasi di mana gonore tidak bisa diobati," imbuhnya.

Ia menegaskan, saat ini yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan dengan cara mempraktikkan seks yang aman. "Jika obat baru tidak bisa ditemukan, cara yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan infeksi ini adalah melakukan pencegahan," ujarnya.


Read more ...»

8 Manfaat Seks yang Menyehatkan

On Jumat, 22 Juli 2011 0 komentar

Hubungan seks bukan hanya penting yang menjaga kesehatan hubungan tetapi juga cara yang menyenangkan untuk tetap sehat. Karena itu jangan biarkan gairah cinta Anda dan pasangan meredup agar bisa memetik manfaat sehat berikut ini.

Meningkatkan percaya diri
Memiliki kepercayaan diri bukan hanya penting untuk Anda tapi juga orang di sekitar. Bagaiaman Anda memandang diri di dunia ikut menentukan cara Anda berinteraksi dengan orang lain baik dalam hubungan sosial atau pekerjaan.
Melakukan hubungan seks dengan cara yang Anda inginkan akan membantu kita lebih bahagia. Bersama dengan seseorang yang mencintai dan menerima Anda apa adanya sudah tentu akan meningkatkan kepercayaan diri.




Mengurangi stres
Stres yang berlangsung lama (kronik) berdampak negatif pada kesehatan. Selain mengurangi kekebalan tubuh, stres juga akan meningkatkan tekanan darah serta membuat kita rentan mengalami kecemasan dan depresi.
Hubungan seks yang menyenangkan dan dilakukan secara teratur telah terbukti menurunkan tekanan darah dan membuat kita mampu menghadapi masalah yang berkontribusi pada stres. Seks juga membuat komunikasi dengan pasangan lebih lancar sehingga Anda berdua bisa mengungkapkan perasaan.

Membakar kalori
Hubungan seks bisa dikategorikan ke dalam olahraga karena mampu membakar 90 kalori dalam setengah jam.

Menguatkan hubungan
Berintim-intim di ranjang akan menyebabkan peningkatan hormon-hormon tertentu, termasuk ketika Anda dan pasangan melakukan obrolan mesra sesudah bercinta. Hormon yang penting adalah oksitosin yang sering disebut "hormon cinta". Hormon ini sangat diperlukan untuk menguatkan ikatan cinta dengan pasangan.

Mencegah kanker prostat
Beberapa penelitian menunjukkan pria yang sering melakukan ejakulasi (sekitar 5 kali dalam seminggu) lebih jarang terkena kanker prostat. Proses ejakulasi sendiri, yang melibatkan prostat, sebenarnya adalah mengeluarkan produk tubuh yang bisa menyebabkan kanker.

Menyehatkan jantung
Bercinta sudah disebutkan termasuk kegiatan fisik yang bisa membakar kalori. Bahkan pria yang sudah lanjut usia tidak perlu khawatir terkena serangan jantung atau stroke asalkan hubungan seks dilakukan secara perlahan-lahan. Bercinta secara teratur (2-3 kali seminggu) disebutkan bisa mengurangi risiko serangan jantung pada pria lanjut usia.

Mengurangi nyeri
Menderita nyeri kronik bisa menurunkan kualitas hidup dan membuat tubuh lebih rentan stres, susah tidur, bahkan depresi. Acara bercinta yang panas dan teratur bisa dilakukan untuk menghindari penggunaan obat penghilang sakit. Penelitian menunjukkan hormon oksitosin dan endorfin yang dikeluarkan saat bercinta bisa menghilangkan sakit dengan cara menurunkan persepsi dari sinyal nyeri dari area tubuh yang bermasalah.

Membantu tidur nyenyak
Setelah "bertempur" di ranjang dengan pasangan tubuh akan menjadi lebih rileks sehingga tidur pun lebih nyenyak. Hal ini ada hubungannya dengan peningkatan hormon oksitosin dan endorfin setelah orgasme.
Read more ...»